Menutup arahannya, Gubernur menekankan bahwa kegiatan seperti bimbingan teknis tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus menghasilkan perubahan nyata dalam kinerja pemerintahan.
“Kegiatan seperti ini harus menghasilkan perubahan. Mindset berubah, cara kerja berubah, budaya kerja berubah. Kalau tidak, kita hanya buang waktu dan anggaran,” tegasnya.
Pemprov NTT berharap reformasi kinerja ini mampu meningkatkan efektivitas belanja daerah, memperkuat pelayanan publik, serta menjawab tantangan fiskal dan pembangunan di daerah secara lebih konkret dan terukur. (ocp/ab)





Tinggalkan Balasan