Kupang, KN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan reformasi kinerja aparatur sipil negara (ASN) harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perubahan pola pikir, budaya kerja, hingga pengelolaan anggaran yang berbasis dampak terukur.

Ia menekankan, setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah wajib menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penegasan itu disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis Penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Penjenjangan Kinerja ASN lingkup Pemprov NTT di Hotel Aston Kupang, Rabu (8/4/2026).

“Kita tidak bisa lagi bekerja biasa-biasa saja. Semua program harus jelas dampaknya, terukur, dan bisa dipertanggungjawabkan. Kalau tidak, anggarannya kita tarik,” tegas Melki.

Ia menyebut, selama ini masih banyak program pemerintah yang tidak menunjukkan hasil konkret, sehingga memicu persepsi publik bahwa kinerja pemerintah tidak jelas. Padahal, jumlah perangkat daerah dan ASN cukup besar.

“Orang masih bertanya, pemerintah provinsi ini kerja apa saja? Karena kita tidak pernah menunjukkan hasil yang terukur,” ujarnya.