Oleh: Paul J. Andjelicus (Perencana Madya Spasial  Dinas Parekraf Provinsi NTT- Anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi NTT)

Setelah pandemi Covid-19, terjadi perubahan trend berwisata dan salah satunya adalah wisatawan mencari lokasi wisata alam yang masih asri dan mencari pengalaman baru dalam berwisata. Sementara itu kunjungan wisatawan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2022   mulai meningkat setelah sempat anjlok pada tahun 2020 dan 2021. Momentum ini yang perlu dijaga. Sebagai sebuah provinsi kepulauan, NTT  mempunyai potensi dan kekuatan wisata yang besar karena memiliki 1382 daya tarik  wisata dengan fokus wisata alam dan budaya (Disparekraf NTT,2022).

Konsep dan gagasan pembangunan pariwisata NTT adalah membangun “Ring of Beauty”, menciptakan rangkaian cincin keindahan  daya tarik wisata alam dan budaya dari  setiap pulau. Untuk menangkap peluang perubahan tren berwisata tersebut, pengembangan wisata alam dan budaya perlu terus ditingkatkan kualitasnya untuk dapat menarik minat kunjungan wisatawan,  meningkatkan lama tinggal dan belanja wisatawan yang diharapkan  memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Salah satu upaya adalah dengan mengembangkan konsep geowisata  dan geopark pada beberapa kawasan wisata alam yang ada.