Untuk bangunan gedung baru, dapat dilakukan beberapa pendekatan desain. Seperti untuk efisiensi energi bangunan Gedung melalui desain pasif dan desain aktif. Desain pasif dilakukan dengan merencanakan selubung bangunan yang efisien melalui orientasi bangunan, pemilihan material bangunan yang tepat, rasio bukaan (jendela) serta penggunaan cahaya dan penghawaan alami. Meminimalkan panas yang masuk dalam bangunan antara jam 10 pagi sampai jam 3 sore, dengan pemasangan penghalang sinar (external shading) pada sisi Timur dan Barat bangunan. Sementara desain aktif dilakukan dengan penggunaan sistem penghawaan buatan yang hemat energi, lampu hemat energi, penggunaan sensor gerak dan cahaya, penerapan sistem manajemen bangunan. Kombinasi dari dua sistem ini akan sangat mendorong upaya penghematan energi khususnya penggunaan AC dan penerangan buatan.
Untuk bangunan terbangun, dapat dilakukan sejumlah penyempurnaan secara sederhana. Baik secara desain pasif maupun desain aktif. Melalui desain pasif dapat dilakukan dengan pemasangan panil pelindung sinar matahari untuk mengurangi perambatan panas dalam gedung, baik dari bahan buatan maupun vegetasi (wall garden) dan penggunaan vegetasi pada atap bangunan (roof garden). Sementara untuk efisiensi penggunaan air dapat dilakukan melalui pemanfaatan air hujan. Secara desain aktif dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi baru seperti AC hemat energi, pemasangan sensor, penggunaan energi alternatif pada bangunan (seperti energi surya).



Tinggalkan Balasan