Ketiga, menggunakan bahan ajar yang bisa melatih cara berpikir siswa. Dalam 4 kali pertemuan sebelumnya, guru selalu menampilkan bahan ajar yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa. Beberapa bahan ajar seperti Descriptive Text adalah materi yang langsung berhubungan dengan kehidupan. Siswa diminta mendeskripsikan beberapa destinasi wisata di Kota Kupang seperti Patung Tirosa, Taman Nasional Komod, Taman Ina Boi. Mengapa harus di NTT dan Kota Kupang? Karena destinasi wisata ini adalah tempat yang sering dikunjungi oleh para siswa dan orang tua. Mereka akan lebih mudah berpikir dan mendeskripsikan destinasi-destinasi wisata tersebut dalam tulisan, serta mempresentasikan hasil diskusi mereka kepada teman-teman mereka di kelas.

Dampak Penerapan PBL

Dampak yang didapatkan saat menerapkan PBL atau Problem Based Learning ada beberapa poin. Pertama, model pembelajaran ini memicu siswa untuk lebih aktif sejak awal sampai selesai. Mereka terlibat aktif memberikan pertanyaan-pertanyaan kritis yang membuat suasan kelas lebih hidup. Mereka lebih termotivasi untuk mengikuti pembelajaran, membaca bacaan, bertanya, dan membahas poin-poin penting dalam proses pembelajaran. Kedua, penerapan model pembelajaran PBL membantu siswa untuk memecahkan masalah yang dihadapi secara mandiri. Mereka bebas mengakses berbagai referensi atau sumber bacaan yang berkaitan erat dengan topik pembelajaran. Ketiga, motivasi dan flashback pada awal pembelajaran dan di akhir pembelajaran memberikan nilai tambah bagi siswa. Mereka lebih termotivasi dan mengingat setiap topik pembelajaran yang dipelajari selama 1 jam terakhir.