Sejumlah masalah di atas merupakan pemicu dari rendahnya motivasi belajar siswa. Tantangan utama yang saya hadapi adalah peserta didik sering bermain dengan teman di kelas dan tidak memperhatikan penjelasan guru, guru menggunakan model pembelajaran konvensional yang membosankan bagi peserta didik, peserta didik kurang aktif karena minimnya pemahaman tentang keuntungan mempelajari sebuah topik pembelajaran, kurangnya dukungan dari peserta didik lain untuk menciptakan suasana yang kondusif di dalam kelas.
Peserta didik yang terlibat dalam kegiatan ini adalah siswa dan siswi kelas 1 SMP Buoyant Montessori School. Kegiatan ini juga melibatkan beberapa teman guru yang membantu menyiapkan instrumen belajar seperti infokus untuk video pembelajaran. Juga teman guru yang merekam video, kemudian mengedit menjadi 15 menit. Video ini diedit menggunakan aplikasi berbayar Kinemaster dan mengunggahnya ke Google Drive, selanjutnya dikumpulkan dalam bentuk link ke LMS.
Model Pembelajaran PBL
Guru modern atau guru masa kini diwajibkan untuk harus mempu mengatasi berbagai tantangan jaman. Jika dahulu, model pembelajaran yang digunakan masih konvensional, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh guru untuk menjawab tantangan jaman di antaranya adalah, menerapkan model pembelajaran yang inovatif. Pertama, menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) adalah metode yang sering diterapkan di sekolah. Model pembelajaran ini akan memicu siswa lebih aktif dalam proses belajar. Guru akan lebih dekat dengan siswa, dan memahami apa yang dibutuhkan oleh siswa. Seiring berjalannya waktu, guru juga bisa memahami karakter, dan kemampuan siswa. Dari model pembelajaran ini, guru akan menyajikan materi-materi yang sesuai dengan karakteristik siswa untuk memicunya lebih aktif dan terlibat dalam setiap proses pembelajaran. Misalnya, jika siswa lebih aktif memainkan games, maka model pembelajaran dengan games bisa diterapkan dalam proses belajar. Begitu juga, jika siswa memiliki hobi berpetualang, maka bacaan tentang jelajah alam bisa digunakan untuk membantu siswa memahami tujuan pembelajaran. Siswa juga akan terlibat langsung menceritakan pengalamannya saat berpetualang.







Tinggalkan Balasan