Ketiga; Konsep pemanfaatan dan pemeliharaan pasca PON. Aspek ini sering menjadi masalah bagi tuan rumah setelah selesai menggelar sebuah multi event olahraga. Banyak venue yang dibangun tidak terawat dan jarang difungsikan. Perawatan dan pemeliharaan menjadi krusial, karena membutuhkan dana yang tidak sedikit dan selalu tergantung pada anggaran pemerintah. Kawasan Jakabaring juga menemui kendala biaya perawatan karena setiap bulannya butuh anggaran hampir Rp3 milyar. Untuk Stadion Papua Bangkit saja diperlukan biaya sekitar Rp1 milyar sebulan, ini belum untuk venue lainnya.

Menyikapi hal ini, beberapa cara yang dapat ditempuh antara lain adalah pembangunan venue yang mudah diakses dengan transportasi publik. Lokasi yang mudah diakses dari berbagai lokasi menjadi pertimbangan utama dalam menggelar berbagai event kegiatan pasca PON. Adanya kesinambungan menggelar event olahraga setiap tahun baik tingkat lokal, nasional bahkan internasional. Masyarakat umum juga dapat memanfaatkan berbagai fasilitas untuk menggelar kegiatan non olahraga termasuk kegiatan rekreasi. Kemudian perlu memadukan fasilitas olahraga yang ada dengan industri pariwisata agar pemanfaatan kawasan olahraga tersebut lebih maksimal dan tidak tergantung anggaran dari pemerintah seperti yang telah dirintis pengelola Jakabaring Sport City beberapa tahun terakhir.
(*)