Senandainya akan pecah Perang Dunia III, maka ini bukan saja sebuah dekadensi moral, melainkan juga sebuah kemerosotan peradaban di tengah umat manusia sudah sedang berada di atas puncak menara sains dan teknologi mutakhir.
Ini menunjukkan bahwa ketika manusia semakin pintar atau beradab dan telah memeliki segala kekuatan teknologi tercanggih di tangannya hastratnya untuk membunuh jauh lebih dahsyat dan destruktif.
Menyaksikan permainan perang yang sudah sedang terjadi di Ukraina saat ini, kita teringat kondisi alamiah dalam filsafat politik Thomas Hobbes (1588-1679). Kondisi alamiah ini bisa diringkas sebagai berikut. Dalam kadaan alamiah manusia hidup setara, bebas, hidup dalam persaingan, saling mencurigai dan bermusuhan. Setiap orang bisa mengklaim apa pun untuk kepentingan dirinya. Akibatnya, manusia menjadi seperti singa bagi yang lain (homo homini lupus). Manusia menggunakan kekerasan untuk saling menaklukkan satu dengan yang lain. Siapa yang kuat ia akan menjadi tuan atas yang lain dan dengan bebas bisa merampas apa saja yang diinginkannya. Karena itu, terciptalah permusuhan di antara manusia dan perang semua melawan semua (bellum omnium contra omnes). Konsekuensi terburuk dari semuanya itu ialah manusia hidup menyendiri dalam ketakutan, mati dalam keadaan yang kejam, miskin, jahat dan brutal (Thomas Hobbes, 1873: 95-97).



Tinggalkan Balasan