Impak lain dari itu ialah kaum muda yang tidak saling mengenal dan membenci dipersenjatai dan digiring ke dalam medan perang untuk saling membunuh karena keputusan seorang pemimpin tua yang tidak sedang berpikir sehat.
Maka, tepat apa yang dikatakan oleh mantan pilot pesawat tempur era Nazi, Erick Alfred Hartmann dalam frasa bahasa Spanyol di atas: “Perang adalah sebuah tempat di mana kaum muda yang tidak saling mengenal dan membenci saling membunuh, karena keputusan kaum tua yang saling mengenal dan membenci, tapi mereka tidak saling membunuh”.
Saya kira ide ini cukup cemerlang. Secara tidak langsung Hartmann sebenarnya ingin mengganggu pikiran kaum muda di mana pun berada, supaya lebih berpikir cerdas dalam mengolah setiap keputusan yang keluar dari otak elit politik dan para pemimpin tua dengan logika yang ketat dan kritis. Dengan demikian, kaum muda tidak gampang termakan oleh retorika provokatif-destruktif kaum kelas atas dan dibebaskan dari sebuah keputusan irasional yang bisa membuat orang-orang muda saling membunuh tanpa harus memusuhi. (*)







Tinggalkan Balasan