Kita tentu saja sepakat dengan tesis Socrates ini. Namun, bukan soal nafsu pada uang saja perang bisa meletus, problem ideologi politik juga sangat rentan menggiring manusia ke arena perang untuk saling menghabisi.

Bencana kemanusiaan yang sedang terjadi di Ukraina saat ini lebih kepada masalah ideologi politik antara dua negara tetangga itu. Moskow mati-matian melarang Ukraina untuk berkawan terlalu lekat dengan Barat dan masuk dalam anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO). Sebab seandainya Ukraina masuk dalam keanggotaan NATO, maka bisa saja NATO akan membangun pangkalan militernya di sana.

Sementara itu, Kiev bersikukuh ingin bergabung dengan NATO agar memperkuat sistem pertahanan militernya. Mengapa Putin begitu keras melarang Ukraina untuk bergabung dengan NATO dan nekat menginvasi Ukraina? Jangan-jangan Putin sedang diganggu oleh bayangan masa lalu Perang Dingin? Atau barangkali Putin sedang timbang-timbang bahwa jangan sampai segera sesudah Kiev bergabung dengan Barat, NATO akan segera merontokkan kekuasaannya seperti yang pernah terjadi pada Saddam Husein di Irak 2003? Ataukah karena alasan historis dan kultural antara Rusia-Ukraina yang masih sangat dekat; atau karena sebuah konsensus masa lalu antara Moskow-Kiev yang kini tidak lagi diindahkan oleh Ukraina? Mungkin saja. Kita tidak bisa tahu pasti. Hanya Tuhan, Putin dan Ukraina yang tahu.