Tapi, menginvasi sebuah negara berdaulat dengan kekuatan militer dan membunuh ratusan warga sipil yang tidak berdosa dan tidak bermusuhan langsung dengan Putin adalah sebuah perbuatan yang tidak bisa dibenarkan secara hukum. Bukankah setiap negara berdaulat berhak mutlak untuk menentukan arah hidup rumah tangganya?
Drama serangan militer Rusia ke Ukraina telah menarik banyak negara terlibat di dalamnya. Negara-negara Barat secara tidak langsung sebenarnya sudah ikut bermain di dalam arena perang tersebut.
Cara bermain mereka cantik-cerdik, yakni melalui pengiriman bantuan sejata kepada militer Ukraina dan menjatuhkan sanksi ekonomi terberat kepada negeri beruang putih itu. Dalam konteks ini, Ukraina sebenarnya menjadi korban dari dua kekuatan ini.
Barat mengatakan bahwa mereka baru akan menghajar Rusia, seandainya anak buah Putin di lapangan perang melangkah ke dalam teritori dari salah satu negara anggota NATO sekalipun hanya satu inci saja. Namun, Putin tidak ambil pusing. Beliau kembali mengancam Barat dengan nuklirnya. Ia sudah memerintahkan pasukannya untuk menaikkan status siaga nuklir.
Selain itu, para sekutu Rusia pun sudah menyatakan siap sedia untuk mengirim pasukannya membantu Putin menggapai ambisi politiknya. Ini memang jalan cerita yang tidak main-main. Sangat berbahaya, bukan hanya bagi Ukraina dan Rusia, tapi juga bagi umat manusia di planet bumi ini.
Melihat lagak Putin yang terlalu keras tersebut Olga Tarnosvka, seorang jurnalis senior Ukraina dalam wawancaranya dengan stasiun televisi swasta Mega Noticia pada 1 Maret kemarin mengatakan bahwa Putin adalah seorang lelaki yang memiliki otak yang sangat sulit untuk diuraikan.
Sesungguhnya dia adalah seorang diktator yang tidak sedang berpikir baik sebagai manusia. Dia adalah orang yang sedang sakit. Dia sendiri tidak peduli dengan orang-orangnya dan membajak pikiran negara lain (Ukraina).
Mungkinkah Perang Dunia III akan terjadi pada hari-hari ke depan? Hanya Tuhan dan Putin yang tahu. Seperti yang dikatakan oleh Yesus dari Nazaret bahwa segala sesuatu adalah mungkin.







Tinggalkan Balasan