Inilah factum perang semua melawan semua ala abad 21. Harap-harap saja perang ini tidak berlanjut ke perang fisik terbuka dengan mengerahkan kekuatan militer penuh dan senjata nuklir ke Ukraina lantaran dampak destruktifnya akan jauh lebih besar dari pada Perang Dunia II.
Pada titik ini kita kembali mengajukan pertanyaan Socrates di atas. Dari manakah datangnya perang, pertempuran dan perselisihan? Menurut Hobbes, secara kodrati ada tiga hal yang menyebabkan lahirnya perang atau perselisihan, yaitu kompetisi atau persaingan, keberanian dan reputasi. Sudah lama Rusia bersaing dengan dunia Barat.
Sejak 24 Februari lalu Putin dengan keberaniannya mau cari masalah dengan Barat demi mengamankan tetangganya Ukraina dari pengaruh Barat. Karena Barat pun sering mencari masalah dengan Rusia.
Dengan ini Putin mau menunjukkan kepada Barat bahwa Rusia adalah sang berunag putih yang sangat tangguh dan berani melabrak siapa saja di planet bumi ini tanpa rasa takut sedikit pun, sekalipun Moskow hanya seorang diri. Adegan keberanian Moskow ini ialah demi reputasi atau harga diri bangsa Rusia agar tidak dianggap sepele oleh Barat yang berjumlah puluhan negara.
Begitulah perjalanan hidup manusia selalu dihiasi oleh kompetisi yang bisa menimbulkan riak-riak problematis dalam masyarakat pada setiap zaman. Manusia zaman ini memang problematis dan suka cari gara-gara dengan sesamanya hanya karena ego dan kepentingannya semata.
Pada titik ini benar apa yang dikatakan oleh Martin Heideger, “…Tidak pernah ada manusia pada zaman apa pun yang menjadi begitu problematis seperti pada masa kita saat ini” (José Ángel García Cuadrado, 2010: 22).
Tentu saja yang dimaksud oleh Heideger ialah manusia pada eranya. Namun, manusia pada abad 21 ini juga cukup problematis selagi mereka yang berkuasa seperti Putin dan adidaya seperti Barat dan Rusia menjadi singa buas terhadap mereka yang lemah seperti Ukraina dan negara lainnya.
Barangkali satu alternatif terbaik bagi Kiev untuk tidak bertubi-tubi menjadi korban pertarungan Barat dan Moskow ialah memilih jalan menjadi negara netral. Sebab kalau tidak, Kiev akan tetap menjadi arena uji coba persenjataan canggih kedua kekuatan itu dan kuburan bagi warga sipil serta anak-anak Ukraina yang tidak berdosa.







Tinggalkan Balasan