KUPANG, KN — Pemerintah Kota Kupang menaruh atensi sekaligus dukungan masif terhadap derap langkah generasi muda kreatif dalam mengasong kekayaan lokal ke panggung dunia.
Komitmen nyata ini ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., kala menyatakan kesiapan penuh untuk menyokong Sanggar KOXI NTT Production yang diamanahkan menjadi representasi tunggal Indonesia pada ajang Indonesian International Cultural Festival (IICF) ke-5 di Ancol, Jakarta, pada 10–16 September 2026 mendatang.
Pernyataan dukungan moral serta jejaring taktis tersebut diutarakan langsung oleh Wakil Wali Kota saat menyambut jajaran pengurus Sanggar KOXI NTT Production dalam agenda audiensi formal di ruang kerjanya pada Rabu (8/7).
Pertemuan ini juga dikawal langsung oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Kupang, Margaritha Salean, S.E., M.AP beserta staf jajarannya.
Misi Budaya Menghadapi Delegasi dari Lima Belas Negara
Ketua Sanggar KOXI NTT Production, Ricky Randy Moyi Genakalong, memaparkan bahwa kepercayaan yang disandang oleh sanggarnya merupakan buah dari konsistensi pembinaan seni selama ini.
Di panggung IICF 2026, mereka tidak hanya membawa nama daerah, melainkan mengemban panji negara untuk bersanding dengan kontingen kebudayaan dari 15 negara di dunia.
Demi mengoptimalkan performa di Jakarta, KOXI NTT Production memboyong kekuatan penuh berkekuatan 25 personel yang terdiri atas kolaborasi penari, pemusik, dan jajaran pendamping. Kontingen ini dijadwalkan turun pada dua lintasan utama, yaitu:
- Lomba Tari Modern/Kontemporer Etnik: Dikhususkan bagi kategori usia remaja 10–17 tahun.
- Parade Internasional: Unjuk kebolehan busana dan identitas kultural lintas negara.
Empat nomor koreografi masterpieces telah diramu secara matang sebagai representasi visual identitas kebersamaan Flobamora.
Karya tersebut meliputi Tari Leikopan—yang menyabet predikat kampiun pada Kupang Festival—Tari Komodo, Tari Eksotika NTT yang merangkum khazanah budaya dari enam pulau besar, hingga tarian tradisional otentik khas Pulau Alor.
Siasati Kendala Finansial Lewat Jaringan Strategis
Kendati bekal estetika dan kesiapan koreografi di atas panggung telah mencapai tahap paripurna, Sanggar KOXI masih membentur dinding persoalan logistik, utamanya pembiayaan akomodasi serta transportasi selama masa karantina dan festival di ibu kota.







Tinggalkan Balasan