“Ya, Guido. Itulah … satu-satunya jalan untuk bebas dari tagihan kejam pemilik kos dan tidak lagi membebani kalian.”
“Ah, kau terlalu risau dengan itu, Jeka. Memang moral agama kita mengajarkan bahwa yang tidak susah berkewajiban membantu mereka yang susah dan tak punya. Tapi, … sudahlah! Kalau itu jalan terbaik menurutmu, kami akan mendukung keputusan itu.”
***
Mahasiswa semester empat itu kembali ke rumah setelah dua tahun mencuri ilmu di universitas ternama itu. Ia menjadi satu-satunya harapan hidup bagi ibu dan Ejha adiknya yang masih duduk di bangku SMA. Anak tukang becak itu pulang rumah bukan lantaran tak mampu secara akademis, tapi karena masalah krisis keuangan akut yang menerpa kehidupan keluarganya.
“Jeka, kamu sudah tak kuliah lagi, ya?” tanya Dewi di messengernya.
“Benar Dewi. Aku sudah mengundurkan diri dari kampus lantaran ayah, satu-satunya orang yang membiayai kuliahku sudah pergi meghadap Tuhan,” balasnya.
“Sungguh sedih mendengar berita duka ini, Jeka. Aku doakan keselamatan jiwa ayahandamu dan kekuatan bagi keluargamu.”





Tinggalkan Balasan