Dulu dalam situasi normal sebelum angin sakal pandemi menerpa kota Kambar, biasanya Pak Ando mendapat rezeki yang cukup lumayan dari para pelancong wisata. Setelah virus kejam itu tiba di sana tukang becak itu harus duduk manis di rumah. Lelaki paruh baya itu dililiti oleh rasa frustasi dan stres lantaran tiba-tiba saja mata pencahariannya lenyap sekejap dari kehidupannya. Itu memang berat. Tukang becak itu jatuh sakit. Seminggu kemudian ia mati lantaran dicekik oleh monster haus darah itu.
***
“Saya berharap kau bisa segera membayar uang kos yang sudah mandek beberapa bulan ini,” kata istri anggota dewan terhormat itu melalui pesan singkat di Handphone Jeka.
“Malam Bu. Beribu maaf untuk keterlambatan membayar kos selama masa pandemi ini. Keluargaku lagi susah setelah ayah meninggal karena virus corona. Saya sedang berusaha mencari uang untuk melunasi utang kosku,” Jeka membalasnya dengan sopan.
“Itu bukan masalahku! Urusanku dengan kau adalah uang kos. Titik. Semoga kau bisa menepati ucapanmu ini. Jika tidak, maka aku akan membuang barang-barangmu dari rumahku!”





Tinggalkan Balasan