“Tetapi kita harap adalah data base para guru secara menyeluruh. Kita memang dorong untuk semua masyarakat divaksin. Tetapi kita harap untuk sekolah, semua guru harus sudah bisa di vaksin,” tandasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi mengatakan, saat ini ada kekhawatiran orang tua terhadap anak yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Dia menjelaskan, kekhawatiran itu merupakan hal yang sangat normatif. Namun ada beberapa sekolah yang orang tua siswa setuju anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka.
“Ini semua akan dikondisikan, terutama bagi orang tua yang keberatan, tetap kita hargai. Karena otoritas keselamatan yang kita utamakan,” ucap Linus Lusi kepada Korantt.com belum lama ini.
Berkaitan dengan jumlah sekolah SMA/SMK yang hendak melaksanakan pembelajaran tatap muka, pihaknya belum mengantongi datanya. Namun informasi dari berbagai daerah serta pantauan lapangan terus dilakukan.
“Kita meminta dewan guru dan para siswa untuk membersihkan dan mengindahkan sekolah, agar faktor kesehatan menjadi layak ketika pembelajaran tatap muka dimulai,” kata Linus Lusi.*





Tinggalkan Balasan