“Kita tidak bisa samakan sekolah di Kota Kupang dan Amfoang, atau sekolah di ibu kota Manggarai, dengan di Lembor,” terangnya.
Dinas P dan K Provinsi NTT akan terus berkoordinasi dengan tim Covid-19 dan orang tua siswa, sehingga keputusan yang diambil pihak sekolah tentu dengan keterlibatan orang tua. Sekolah juga harus segera menyiapkan fasilitas kesehatan bagi para siswa dan guru.
“Kita harap tidak ada saling menyalahkan. Paling utama adalah kesadaran untuk mendorong pendidikan berjalan dengan suport semua pihak. Sekolah juga kita dorong untuk koordinasi dengan puskesmas di wilayah setempat,” ungkapnya.
“Siswa normalnya 36 orang dalam satu kelas, akan dikurangi hingga 18 siswa. Kantin juga akan ditutup sementara, agar tidak terjadi ruang istirahat bagi para siswa,” sambungnya.
Mathias menambahkan, terkait vaksinasi, saat ini sebanyak 60 persen guru di Provinsi NTT sudah mendapatkan vaksin. Guru, kata dia, harus mendapat perlakukan khusus, sehingga dari sisi akses, mereka bisa diprioritaskan.





Tinggalkan Balasan