Pada level pengrajin, mereka dilatih untuk menghasilkan produk bermutu baik sehingga tidak mengecewakan pembeli atau pengguna (user). Karena itu pelatihan berjenjang dilakukan sehingga mereka memiliki sumber daya yang baik. Berbarengan dengan itu, pada level pengusaha, mereka menjual produk-produk yang memiliki harga bersaing dengan produk dari daerah lain. Promosi dapat digencarkan karena ketersediaan produk terjamin. Ada usaha yang terus menerus, berkesinambungan sehingga tidak terjadi kekosongan.

Lembaga-lembaga swadaya masyarakat, dengan kapasitas yang dimilikinya, membantu pengrajin untuk meningkatkan skill sehingga menjadi professional. Gereja pun kemudian agama lain membangun kebijakan untuk mengenakan songke ke rumah ibadah sebagai sebuah pilihan sikap untuk mencintai produk budaya Manggarai dan memperkuat ekonomi kreatif.

Gerakkan Bersama ini, jika dilakukan sebagai optio fundamentalis (pilihan sikap mendasar) akan memperkuat identitas kedirian sebagai orang Manggarai serentak memberi income bagi semua pihak yang terlibat dalam kerajinan tenunan.***