Kedua, Dekranasda sudah mulai mengurus administrasi motif songke Cibal untuk mendapatkan Hak Cipta dari Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI. Mengapa mengurus motif songke ini sebagai langkah strategis? Penjiplakan merupakan trend yang sangat kuat di arus ekonomi global. Meningkatnya minat terhadap tenunan tradisional di ajang pagelaran kain dan busana internasional ikut memberi daya dorong bagi banyak pihak melakukan duplikasi motif dan bahan.
Kerja strategis melakukan pendaftaran motif songke Cibal berbuah manis. Motif kain songke Cibal telah didokumentasi dan diarsipkan dalam Pusat Data Nasional Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Indonesia. Mereka mengeluarkan Surat Pencatatan Inventarisasi Ekspresi Budaya Tradisional dari Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI. Surat itu ditandatangani oleh Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham, Freddy Harris, dengan nomor pencatatan: EBT53202100126.
Dijelaskan dalam surat sebagai reasoning, pencatatan dilakukan dalam rangka perlindungan Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta. Ekspresi budaya tradisonal motif songke Cibal adalah seni rupa dua dimensi, berkasifikasi terbuka, sakral dan dipegang teguh.
Gerakkan Bersama
Semangat yang sudah dikobarkan oleh Dekranasda merupakan tongkat kemudi yang selayaknya memberikan spirit bagi semua elemen masyarakat Manggarai, Pemerintah Daerah, Lembaga keuangan, pelaku usaha ekonomi kreatif untuk mendukung sepenuh hati dan sekuat kemampuan agar produk-produk kerajinan kita mengemas dua konsep di atas: membangun daya tahan ekonomi dan melestarikan nilai budaya.
Pada level kebijakan, Pemerintah Daerah membangun regulasi yang membentengi pergerakkan ekonomi dari kerajinan ini mulai dari hulu hingga hilir. Perda tentang perlindungan kerajinan tangan, Perda pengenaan busana dinas dari kain tenunan pada intansi pemerintah daerah dan vertical, perusahaan swasta dan Lembaga Pendidikan di seluruh Manggarai.
Pada level masyarakat, adanya kesadaran untuk mengenakan busana berbahan kain tenunan dengan segala asesorisnya dalam peristiwa-peristiwa khusus semisal acara adat, acara agama, dll. Tingginya permintaan konsumen atau pengguna pada kain tenunan memberi efek besarnya penjualan.







Tinggalkan Balasan