Pembangunan infrastruktur organisasi yang serius dengan manajemen yang professional menunjukkan komitmen Dekranasda untuk menghidupkan potensi ekonomi dan budaya sekaligus pada kerajinan-kerajinan tangan (handicraft) masyarakat Manggarai. Pada potensi ekonomi, harga kain tenunan sepadan dengan nilai kerja dari para pengrajin dan memiliki efek pada peningkatan kesejahteraan mereka. Pada potensi budaya, karya tangan mereka mengekspresikan nilai-nilai budaya yang memperkuat penciptaan karakter sebagai Orang Manggarai.
Ada proses pembelajaran nilai budaya yang kontinyu pada setiap generasi. Itu berarti ada aspek pewarisan yang lestari dan bermartabat. Sebuah contoh yang sering diungkap Ketua Dekranasda, Ibu Meldyanti Hagur Nabit, pengenaan kain songke untuk setiap acara berbeda-beda. Setiap acara mempersembahkan kekhasan dan mengusung nilai yang berbeda. Karena itu, jika ini diterima dan dipraktikkan secara bersama oleh masyarakat Manggarai, maka setidaknya, setiap Orang Manggarai memiliki lebih dari satu kain Songke.



Tinggalkan Balasan