Seorang pemimpin perlu untuk melihat seluruh proses kinerja organisasinya, sekaligus gerak jiwanya sendiri. Ia perlu menjadi seorang pemimpin yang reflektif. Hanya dengan begini tujuan berbagai program yang menampung inspirasi dan visinya bisa terwujud. Hanya dengan begini berbagai tindakannya bisa bermakna untuk semua.
Pemimpin yang Terbuka
Pemimpin yang sejati memiliki sikap dan sifat yang terbuka. Ia mampu menerima perbedaan pendapat. Ia mampu menerima perbedaan pandangan hidup. Ia melihat kritik sebagai tanda cinta yang perlu untuk dihargai.
Di TTS jika orang sudah menjadi pemimpin, maka ia berubah menjadi arogan. Ia merasa lebih tinggi daripada orang-orang yang ia pimpin. Ia seolah lupa akan tugasnya untuk melayani masyarakat yang ia pimpin. Ia pun berubah menjadi penindas yang memikirkan semata keuntungan dan kejayaan pribadinya.
Untuk itu, TTS butuh pemimpin yang tidak angkuh (sombong) serta mampu mengayomi, dan bukan yang membuat diri seperti raja kecil ketika turun ke desa. Pemimpin yang betul-betul menyadari bahwa dia adalah bagian dari masyarakat, dan bukan diutus langsung dari langit. Ini penting karna seringkali kita bisa melihat beberapa pemimpin di level desa, kecamatan, SKPD dan pimpinan daerah yang memiliki karakteristik ingin menang sendiri, tidak mau mendengarkan masukan dan kritik.



Tinggalkan Balasan