Puncak dari kepemimpinan adalah karya yang bisa dibanggakan. Karya tersebut tidak hanya berguna, tapi mampu membuat setiap orang TTS berbangga.

Di TTS setelah 20 tahun belakangan, tidak ada pembangunan yang otentik dan bisa dibanggakan. Dalam banyak hal, daerah kita hanya bisa mengikuti kemajuan yang telah dibuat oleh daerah lain. Untuk itu, harapan kita kedepan adalah daerah kita mampu menghasilkan karya yang berguna, dan membuat hati setiap orang bernyanyi. Kuncinya adalah kepemimpinan yang kuat.

Hal itu dapat terwujud bila berbagai organisasi, terutama partai politik melakukan pendidikan politik, rekrutmen dan kaderisasi secara baik dan berjenjang, sehingga lahir calon pemimpin yang benar-benar mumpuni.

Sementara itu, masyarakat pemilih juga perlu terus memperkuat kapasitas diri dan kelompoknya, agar semakin cerdas dan rasional dalam memilih pemimpin. Sehingga setiap pemimpin yang dipilih atau terpilih adalah yang memiliki kapasitas kepemimpinan yang mumpuni atau pemimpin yang otentik.

Hanya dengan begitu, kita bisa berharap bahwa siapapun yang kedepan akan memimpin TTS adalah bagian dari solusi, dan bukan bagian dari masalah. Salam

Honing Alvianto Bana. Lahir dikota Soe, Nusa Tenggara Timur. Saat ini sedang aktif di pokja OAT Nausus, dan pemuda gereja batu karang Nonohonis.*