Oleh: Honing Alvianto Bana

Pilkada dikabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada tahun 2024 masih beberapa tahun lagi. Meski begitu, sebagian orang telah menyodorkan sejumlah bakal calon. Mulai dari kalangan birokrat, anggota DPR, TNI, akademisi, hingga para incumben.

Diskursus terkait kepemimpinan memang sering menjadi perbincangan menarik di masyarakat kita. Baik di forum formal, teras rumah, hingga di media sosial. Baik itu terkait harapan akan kepemimpinan di masa mendatang, maupun hubungannya dengan yang tersaji hari ini.

Kita tahu, bahwa di dalam kehidupan bernegara yang diatur oleh sistem demokrasi, memungkinkan siapapun dapat dipilih atau terpilih menjadi pemimpin. Sistem demokrasi juga membuka peluang bagi pemimpin yang terpilih justru tak seindah kemasannya saat kampanye, atau sebaliknya.

Memang demokrasi menghendaki para pemilih lebih jeli dan cerdas dalam menentukan pilihan politiknya. Karena itu, kualitas pemimpin yang dipilih dalam satu sistem demokrasi sesungguhnya merepresentasikan kapasitas para pemilihnya.