Para pemimpin di TTS di berbagai bidang harus mulai mengasah dirinya, sehingga mampu memberikan inspirasi pada orang-orang sekitarnya. Kata-kata, pikiran, maupun tindakannya harus menjadi contoh yang membuat orang-orang sekitarnya ingin berubah menjadi lebih baik.

Tanpa kemampuan memberikan inspirasi, seorang pemimpin tidak layak disebut sebagai pemimpin. Ia hanya seorang administrator.

Pemimpin Visioner

Seorang pemimpin juga perlu untuk memiliki visi ke depan. Ia perlu menggunakan imajinasinya, guna membayangkan apa yang ingin ia capai di masa depan bersama dengan organisasinya. Organisasi itu sendiri memiliki beragam bentuk, mulai dari keluarga, RT, RW, kecamatan, kabupaten, universitas, kantor, rumah sakit, dan bahkan tingkat negara.

Di TTS kita amat sulit menemukan seorang pemimpin yang visioner. Yang banyak ditemukan adalah pemimpin opurtunis yang berusaha meraup keuntungan pribadi, ketika ia menjabat sebagai pemimpin. Visi organisasi tidak dipikirkan, sehingga organisasi itu hanya berjalan di tempat, bahkan mundur di dalam soal kinerja. Tak heran banyak organisasi, termasuk pada level desa, tidak berjalan sebagaimana mestinya.