Kesimpulan
Aksi bom bunuh diri adalah tindakan ‘ideot’ atas pelakunya. Sang penggerak dan pencetus suatu pahaam hanya untuk memenuhi nafsu angkaramurka atas pemahaman paham yang diterimannya. Otak dibalik peristiwa bom bunuh diri punya ambisi atas kekuasan sesuatu. Yang jikalau saja dia mendapatkan kesempatan untuk itu, maka cara-cara tak masuk akal dan cendrung mengedepankan akan menghasilkan kepemimpinannya. Sehingga tidak ada kepatuhan untuk mengikuti orang maupun ajarannya.***
Fredi Shebo, Moral Samaritan (Maumere: Penerbit Ledalero, 2018) hlm. 85.
Ibid., hlm. 86



Tinggalkan Balasan