Saya berpendapat bahwa untuk membentuk sebuah kesadaran masing-masing kita agar melihat dengan lebih jelas belbagai akar dan alasan bagi tindakan kekerasan yang terjadi dan juga bagaimana kita sendiri mencari akar dan alasan itu. Dan bila kita memperhatikan belbagai problem kekerasan yang terjadi dengan berbagai dalil yang menyebabkan tindakan kekerasan, maka sesungguhnya kita bisa membuat sesuatu untuk mencegahnya.

Kita di Indonesia memiliki suatu tradisi dengan banyak unsur tolerasi yang patut dibanggakan, kita mesti berusaha agar tradisi ini tidak dihancurkan, agar budaya dan keyakinan dasar kita jangan dirusakan oleh kekuatan yang ingin menggunakan rasa tidak puas terhadap banyak orang untuk menanam kebencian dan kecendrungan pada tindak kekerasan. Kita mesti sadar bahwa kekerasan tidak mengatasi persoalan apapun, hanya nambah soal.

Akar-akar kekerasan

Pertanyaan penting, mengapa manusia suka sekali melakukan kekerasan terhadap sesamanya, malah menganggapnya sebagai hal yang biasa-biasa saja? Pertanyaan ini selalu menyimpan keheranan. Keheranan adalah sebentuk perasaan yang muncul tiba-tiba takkala seseorang menghadapi sesuatu yang tidak lumrah. Untuk menjawabi pertanyaan ini, juga untuk meminilisasi keheranan atas pertanyaan tersebut, mari kita lihat akar-akar kekerasan dalam diri manusia yaitu akar epistemologis, antropologis, dan sosiologis.