Di sisi lain, Melki menyoroti persoalan klasik penanganan kemiskinan, yakni ketidaktepatan data dan potensi penyimpangan bantuan sosial.
“Jangan sampai yang tidak layak justru dapat, sementara yang butuh tidak tersentuh,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah harus memastikan penanganan kemiskinan menyasar orang yang tepat, bukan sekadar angka statistik.
Melki juga menyinggung persoalan sosial yang dinilai semakin mengkhawatirkan, yakni melemahnya solidaritas masyarakat. Ia bahkan mengaitkan dengan kasus bunuh diri akibat tekanan ekonomi.
“Ini bukan hanya soal uang, tapi soal kepedulian. Jangan sampai ada yang susah tapi kita tidak tahu,” ujarnya.
Melki berharap, seluruh masukan dari kelompok rentan benar-benar terakomodasi dalam perencanaan.
“Kita pastikan tidak ada kelompok rentan yang tertinggal hanya karena salah data atau program tidak sampai,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Bapperida NTT Alfonsius Theodorus menyebut partisipasi usulan dalam Musrenbang meningkat. Hingga saat ini tercatat 471 usulan masuk melalui sistem SIPD.





Tinggalkan Balasan