Meski demikian, Melki menyebut sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi NTT naik dari 3,70 persen menjadi sekitar 5,14 persen, sementara angka kemiskinan menurun.
Namun, ia mengingatkan capaian tersebut belum tentu dirasakan kelompok rentan.
“Bisa saja angka provinsi membaik, tapi kelompok disabilitas tidak merasakan. Ini yang harus kita pastikan,” ujarnya.
Melki mendorong evaluasi khusus agar intervensi benar-benar berdampak bagi kelompok disabilitas, perempuan, lansia, dan kelompok marginal lainnya.
Tak hanya bantuan sosial, Pemprov NTT juga mengarahkan kelompok rentan masuk ke sektor produktif. Mereka didorong memiliki produk yang bisa dipasarkan.
“Kita dorong semua kelompok untuk produksi, lalu kita bantu pasarkan,” katanya.
Pemerintah, lanjut Melki, tengah menyiapkan ekosistem pemasaran melalui lebih dari 20 titik NTT Mart hasil kolaborasi provinsi dan kabupaten/kota.
Ia juga menyinggung potensi belanja ASN sebagai pengungkit ekonomi masyarakat, meski belum bisa diterapkan penuh karena keterbatasan produksi.





Tinggalkan Balasan