“Cerita dari anak-anak, orang tua, guru ini penting agar publik paham dampak nyata program ini,” ujarnya.

Namun, ia juga mengingatkan agar pelaksana tidak menampilkan gaya hidup yang dapat menimbulkan kesan negatif di tengah masyarakat.

“Jangan pamer hal-hal yang bisa melukai perasaan masyarakat. Situasi sekarang sensitif,” katanya.

Melki optimistis, dengan target nasional menjangkau puluhan juta penerima manfaat, program MBG akan menjadi kebijakan jangka panjang yang sulit dihentikan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kalau program ini menyentuh sampai 80-100 juta orang, maka ini akan menjadi gerakan besar yang dijaga rakyat sendiri,” ujarnya.

Ia menutup arahannya dengan menegaskan bahwa keberhasilan program MBG di NTT sangat bergantung pada konsistensi, integritas, dan kerja bersama semua pihak.

“Kalau kita jalankan dengan benar, ini bukan hanya soal hari ini, tapi masa depan NTT,” tandasnya. (ocp/ab)