“Ada anak-anak SD, SMP, SMA, bahkan SLB yang jadi lebih rajin ke sekolah karena program ini. Mereka juga lebih fokus belajar,” ujarnya.
Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik berdampak pada peningkatan kemampuan kognitif dan psikomotorik anak.
“Ini investasi jangka panjang. Generasi NTT ke depan akan lebih siap,” katanya.
Gubernur juga mengungkapkan, saat ini jumlah SPPG yang aktif di terdapat total 242 SPPG di seluruh kabupaten/kota se NTT sementara potensi maksimal bisa mencapai hampir 600 unit.
“Kalau semua ini bisa aktif, dampaknya akan jauh lebih besar. Kita belum sampai setengah kekuatan penuh,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pergeseran pola anggaran dari pusat ke daerah yang menurutnya perlu dipahami secara tepat, karena dana yang beredar melalui program ini tetap besar dan bahkan sudah mulai dirasakan di daerah.
“Dalam waktu singkat saja sudah ada triliunan rupiah yang masuk ke NTT melalui program ini. Tinggal bagaimana kita mengelolanya,” katanya.
Dalam arahannya, Melki menegaskan lima poin penting kepada seluruh pelaksana program MBG:





Tinggalkan Balasan