Kelima, menghadirkan empati dan tanggung jawab sosial dalam pelaksanaan program. “Yang kita layani adalah anak-anak, ibu hamil, dan keluarga yang paling membutuhkan,” ujarnya.

Melki juga memberikan peringatan tegas kepada pengelola dapur dan mitra agar tidak mencari keuntungan tambahan di luar ketentuan program.

“Jangan bikin gerakan tambahan untuk cari untung. Kalau ketahuan, pasti akan ditindak,” tegasnya.

Ia bahkan mengaku turut memantau langsung pelaksanaan program, termasuk melalui kegiatan yang dilakukan oleh keluarganya dalam mengelola dapur sebagai bagian dari evaluasi.

Gubernur menilai keberhasilan program ini juga ditopang oleh kedisiplinan dan militansi para pelaksana, termasuk unsur TNI yang terlibat dalam pengawasan.

“Disiplin itu kunci. Kenapa program besar selalu libatkan TNI-Polri? Karena mereka punya disiplin kerja yang kuat,” katanya.

Ia bahkan menyebut program MBG sebagai bentuk “perjuangan baru” dalam bidang pangan yang melahirkan “patriot-patriot bangsa” di sektor tersebut.

Selain aspek teknis, Melki menyoroti pentingnya komunikasi publik dalam menyampaikan keberhasilan program. Ia mengusulkan agar testimoni penerima manfaat didokumentasikan dan dipublikasikan secara sistematis.

“Cerita dari anak-anak, orang tua, guru ini penting agar publik paham dampak nyata program ini,” ujarnya.

Namun, ia juga mengingatkan agar pelaksana tidak menampilkan gaya hidup yang dapat menimbulkan kesan negatif di tengah masyarakat.

“Jangan pamer hal-hal yang bisa melukai perasaan masyarakat. Situasi sekarang sensitif,” katanya.

Melki optimistis, dengan target nasional menjangkau puluhan juta penerima manfaat, program MBG akan menjadi kebijakan jangka panjang yang sulit dihentikan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kalau program ini menyentuh sampai 80-100 juta orang, maka ini akan menjadi gerakan besar yang dijaga rakyat sendiri,” ujarnya.

Ia menutup arahannya dengan menegaskan bahwa keberhasilan program MBG di NTT sangat bergantung pada konsistensi, integritas, dan kerja bersama semua pihak.