Melki memaparkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), MBG berkontribusi signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan di NTT.
“Angka kemiskinan kita turun dari 19,1 persen menjadi sekitar 17,5 persen. Turun 1,6 persen. Ini luar biasa, apalagi di tengah kondisi anggaran yang terbatas,” katanya.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi NTT juga meningkat dari 3,73 persen menjadi 5,14 persen atau naik lebih dari 1,3 persen.
“Ini bukan klaim saya. Ini data BPS. Artinya rantai ekonomi dari program ini berjalan pertanian, peternakan, perikanan, semua ikut bergerak,” jelasnya.
Ia menambahkan, MBG mampu menciptakan lapangan kerja besar, baik di dapur produksi maupun sektor pendukung lainnya. Program ini juga dinilai memperkuat ekonomi lokal jika rantai pasok dikelola dari dalam daerah.
“Kalau semua supplier dari NTT, maka perputaran ekonomi akan terjadi di desa, kabupaten, dan kota di NTT sendiri,” tegasnya.
Selain ekonomi, Melki menyoroti dampak sosial program ini. Ia mengaku menemukan langsung perubahan perilaku siswa yang menjadi lebih rajin ke sekolah karena adanya MBG.





Tinggalkan Balasan