“Di TTU terdapat sekitar 40 pelaku IKM dengan lebih dari 1.200 jenis produk. Pemerintah hadir membeli dan memasarkan produk mereka sebagai bentuk keberpihakan kepada rakyat,” kata Zet Libing.
Ia menambahkan bahwa NTT Mart TTU merupakan NTT Mart ke-14 yang diluncurkan Pemerintah Provinsi NTT. Sepanjang tahun 2025 telah diluncurkan 11 NTT Mart, dan pada awal 2026 dilanjutkan dengan pembukaan di Sumba Timur, Sumba Tengah, TTU, dan Malaka sebagai bagian dari perluasan jaringan pemasaran UMKM.
Peresmian NTT Mart TTU ditandai dengan penekanan sirene dan pengguntingan pita oleh Gubernur NTT bersama Bupati dan Wakil Bupati TTU, Ketua DPRD TTU, serta Ketua Dekranasda TTU sebagai tanda bahwa NTT Mart by Dekranasda Kabupaten TTU resmi beroperasi.
Pemerintah daerah mengakui masih terdapat kendala teknis, terutama keterbatasan ruang dan kondisi bangunan yang bersifat cagar budaya. Namun, pengembangan fasilitas akan dilakukan secara bertahap. Ke depan, NTT Mart diharapkan menjadi tulang punggung pemasaran UMKM TTU dan bagian dari transisi kebijakan penguatan ekonomi lokal yang berkelanjutan di Provinsi NTT. (ocp/ab)





Tinggalkan Balasan