Ia menjelaskan bahwa selama ini Kabupaten TTU belum memiliki pusat oleh-oleh yang lengkap dalam satu lokasi. Dengan hadirnya NTT Mart, pemerintah daerah kini memiliki wadah resmi yang terstandar dari sisi harga dan kualitas.

“Hari ini kami bisa dengan bangga menyampaikan kepada tamu bahwa semua produk UMKM TTU tersedia di satu tempat,” katanya.

Bupati menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten TTU siap mendukung pengembangan NTT Mart, termasuk penyesuaian infrastruktur gedung yang memiliki keterbatasan karena merupakan bangunan bersejarah, serta integrasi pemasaran berbasis daring.

Ia juga melaporkan bahwa produk UMKM TTU telah dipromosikan ke Jepang dan direncanakan mengikuti pameran di Belanda dan Hongaria.

“Ini menjadi legitimasi bahwa pelaku UMKM TTU tidak lagi kesulitan mencari pasar karena sudah difasilitasi secara resmi oleh pemerintah,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Dr. Drs. Zet Libing dalam laporan panitia menjelaskan bahwa NTT Mart merupakan skema pemasaran di mana pemerintah daerah membeli produk UMKM lokal untuk kemudian dipasarkan kepada publik di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.