“Ini bukan klaim pribadi. BPOM menilai produk UMKM TTU unggul dari sisi mutu, keamanan, dan inovasi, terutama makanan-minuman, kriya, kuliner, dan fesyen,” katanya.
Selain itu, Gubernur juga menyinggung potensi pengembangan wisata medis berbasis pengobatan tradisional di desa-desa yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi apabila dikelola secara terstruktur.
“Kalau sudah ada testimoni dan bukti, ini bisa menjadi wisata medis. Orang datang berobat sekaligus berwisata,” ujarnya.
Dalam konteks pembangunan ekonomi daerah, Gubernur menekankan perlunya perubahan paradigma dari ketergantungan menuju kemandirian ekonomi.
Ia menyebut bahwa masyarakat tidak boleh terus mewariskan kemiskinan kepada generasi berikutnya, sehingga dibutuhkan kebijakan sistematis yang memperkuat kualitas produk, akses permodalan, dan pasar.
Terkait hal tersebut, Gubernur menjelaskan bahwa NTT Mart dirancang sebagai solusi konkret atas empat persoalan utama yang selama ini dihadapi pelaku UMKM, yakni permodalan, pendampingan dan pelatihan, literasi keuangan, serta pasar dan pemasaran.
Dari sisi permodalan, pemerintah mendorong optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen pembiayaan UMKM.
Gubernur menyebut Bank NTT memiliki plafon KUR hingga Rp1 triliun, dengan bunga rendah, serta didukung oleh perbankan nasional seperti BNI, BRI, dan Bank Mandiri.
“Uang KUR ini uang negara. Pemerintah daerah wajib ikut memastikan penyalurannya tepat sasaran,” tegasnya.
Selain pembiayaan, Gubernur menekankan pentingnya pendampingan dan pelatihan berkelanjutan. Menurutnya, perbankan tidak hanya menyalurkan kredit, tetapi juga memiliki anggaran pelatihan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, mulai dari produksi, pengemasan, hingga manajemen usaha.
Gubernur juga menyoroti lemahnya literasi keuangan sebagai kendala serius dalam pengembangan UMKM. Ia menegaskan pentingnya disiplin pengelolaan keuangan agar modal usaha tidak digunakan untuk konsumsi dan kewajiban kredit dapat dipenuhi secara berkelanjutan.
Pada aspek pemasaran, Gubernur menyatakan bahwa NTT Mart hadir sebagai pasar yang menjamin penyerapan produk UMKM. Ia bahkan mendorong aparatur sipil negara (ASN) menjadi pasar tetap (captive market) melalui belanja rutin produk lokal.







Tinggalkan Balasan