“Ini bukan klaim pribadi. BPOM menilai produk UMKM TTU unggul dari sisi mutu, keamanan, dan inovasi, terutama makanan-minuman, kriya, kuliner, dan fesyen,” katanya.

Selain itu, Gubernur juga menyinggung potensi pengembangan wisata medis berbasis pengobatan tradisional di desa-desa yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi apabila dikelola secara terstruktur.

“Kalau sudah ada testimoni dan bukti, ini bisa menjadi wisata medis. Orang datang berobat sekaligus berwisata,” ujarnya.

Dalam konteks pembangunan ekonomi daerah, Gubernur menekankan perlunya perubahan paradigma dari ketergantungan menuju kemandirian ekonomi.

Ia menyebut bahwa masyarakat tidak boleh terus mewariskan kemiskinan kepada generasi berikutnya, sehingga dibutuhkan kebijakan sistematis yang memperkuat kualitas produk, akses permodalan, dan pasar.

Terkait hal tersebut, Gubernur menjelaskan bahwa NTT Mart dirancang sebagai solusi konkret atas empat persoalan utama yang selama ini dihadapi pelaku UMKM, yakni permodalan, pendampingan dan pelatihan, literasi keuangan, serta pasar dan pemasaran.