“Kalau ASN belanja minimal Rp100 ribu per bulan, perputaran uangnya bisa ratusan juta rupiah. Ini langsung menggerakkan ekonomi daerah,” katanya.

Gubernur juga menegaskan bahwa penguatan ekonomi kerakyatan merupakan fondasi demokrasi politik. Mengutip pemikiran Bung Hatta, ia menyatakan bahwa demokrasi politik tidak akan berjalan sehat tanpa demokrasi ekonomi yang kuat.

Ke depan, Gubernur berharap NTT Mart TTU dapat terintegrasi dengan digitalisasi pemasaran sehingga produk UMKM lokal dapat diakses oleh diaspora TTU dan NTT di berbagai daerah, termasuk luar negeri.

“Banyak orang TTU di luar negeri. Kalau rindu kampung, mereka bisa pesan produk dari sini,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo menyampaikan bahwa kehadiran NTT Mart merupakan langkah konkret Pemerintah Provinsi NTT dalam mengeksekusi program strategis hingga ke tingkat kabupaten.

“NTT Mart ini sangat mengakomodir pelaku UMKM kami. Saat ini sudah menampung lebih dari 1.000 item produk yang sebelumnya belum pernah terdata secara menyeluruh,” ujar Bupati Yosep.

Ia menjelaskan bahwa selama ini Kabupaten TTU belum memiliki pusat oleh-oleh yang lengkap dalam satu lokasi. Dengan hadirnya NTT Mart, pemerintah daerah kini memiliki wadah resmi yang terstandar dari sisi harga dan kualitas.

“Hari ini kami bisa dengan bangga menyampaikan kepada tamu bahwa semua produk UMKM TTU tersedia di satu tempat,” katanya.

Bupati menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten TTU siap mendukung pengembangan NTT Mart, termasuk penyesuaian infrastruktur gedung yang memiliki keterbatasan karena merupakan bangunan bersejarah, serta integrasi pemasaran berbasis daring.

Ia juga melaporkan bahwa produk UMKM TTU telah dipromosikan ke Jepang dan direncanakan mengikuti pameran di Belanda dan Hongaria.

“Ini menjadi legitimasi bahwa pelaku UMKM TTU tidak lagi kesulitan mencari pasar karena sudah difasilitasi secara resmi oleh pemerintah,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Dr. Drs. Zet Libing dalam laporan panitia menjelaskan bahwa NTT Mart merupakan skema pemasaran di mana pemerintah daerah membeli produk UMKM lokal untuk kemudian dipasarkan kepada publik di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.