Karena itu, pernahkah para pemimpin di NTT memandang berbagai persoalan yang ada sekarang ini dengan memakai kacamata rakyat NTT ? Ataukah hanya memakai kacamatanya sendiri yang diklaimnya sebagai kacamata rakyat ? Memang harus diakui bahwa ada begitu banyak persoalan yang dihadapi rakyat di daerah ini. Tetapi yang menjadi pokok persoalan yang dihadapi masyarakat kita sekarang ini meliputi kemiskinan, pengangguran, buta huruf dan sejumlah masalah ekonomi lainnya. Hari ini kita menyaksikan potret sekilas; ada begitu banyak masyarakat yang antri untuk mendapatkan “jatah” minyak tanah; pun harga-harga sembilan bahan pokok (sembako) khususnya beras yang semakin sulit dijangkau oleh masyarakat ekonomi lemah-lembut, dan lain sebainya.
Hari ini sesungguhnya, rakyat hanya mengingkan agar keadilan dan pemerataan “kue pembangunan” sungguh-sungguh diwujudkan dan dirasakan oleh mereka bukan hanya segelintir elite. Rakyat kita sungguh menghendaki agar keadilan dan pemerataan diberlakukan di segala sektor kehidupan. Maka kebijakan atau program yang dituntut adalah kebijakan yang memihak rakyat. Kalau pemimpin kita menerapkan kebijakan yang sungguh-sungguh memihak rakyat maka kredibilitas mereka akan tinggi. Kredibilitas adalah keadaan ketika (seseorang) pemimpin dapat dipercaya karena ia (mereka) secara sungguh-sungguh memperjuangkan kepentingan rakyat yang paling mendasar. Kredibilitas tinggi memancarkan kewibawaan yang disegani dan dihargai, bukan dipaksa-paksakan; atau sekadar lip service.



Tinggalkan Balasan