Menurutnya, saat ini dia belum berbicara mengenai figur siapa yang menurutnya layak karena masyarakat sudah punya pilihan, hanya harus dicerahkan, diedukasi.

“Bahwa ini kebutuhan NTT saat ini. Karena banyak sekali yang mau maju. Saat ini ada banyak yang masuk keluar kampung bawa minyak goreng, pupuk dan sebagainya. Mereka hanya hadir sesaat saja selanjutnya hilang. Tidak punya kapasitas dan kapabilitas yang cukup,” ungkap Ayub yang menambahkan bahwa dia mencermati, ada politisi yang punya niat, lalu datang ke desa-desa dan menunjukkan isi hatinya, seolah-olah dia orang baik.

Memang mereka datang bawa bantuan, namun harus ditelaah lebih lanjut.
“Oke saja, bantuan yang memandirikan itu bagus, namun ada bantuan yang memelihara ketergantungan.  Bagi bibit dan pupuk itu baik, karena meningkatkan kemampuan mereka untuk mengolah potensi yang mereka miliki. Seperti bantuan untuk pengairan. Bagi saya, harusnya bantuan yang diberikan itu adalah yang memandirikan. Jika dulu mereka kekeringan, namun sudah ada bantuan air yang cukup sehingga ladang gersang menjadi hijau karena sayuran, palawija dan sebagainya. Inilah yang harus dipilih,” pungkas Ayub. (*/KN)