“Pikiran dan hati dua hal yang berbeda namun punya kaitan erat. Apa yang dia pikirkan, dia simpan di hati lalu kemudian kalau dia sudah pikir lagi dia mau buat apa maka hati dan pikiran bekerja sama dan menjadi kenyataan. Kapasitas ini menyangkut isi hati orang, isi pikiran dia. Ahli ekonomi itu pikiran tentang teori-teori ekonomi. Kapasitasnya hanya itu. sementara masyarakat di masyarakat itu kompleks. Ada aspek sosial, politik dan ada banyak macam lainnya. Isi hatinya harus menyimpan banyak hal. Harus berpikir tentang orang-orang besar tapi juga berpikir tentang kebutuhan orang-orang kecil,” tegas mantan kepala UPBJJ Universitas Terbuka NTT ini sembari menambahkan, jika seseorang tidak memiliki isi hati dan pikiran, ketika dia berbicara dengan orang kaya, dia menganggap semua sepikir dengan dia. 

Padahal sebenarnya menyelesaikan masalah orang kaya berbeda dengan masalah orang kecil.

“Karena itu  NTT butuh seorang pemimpin yang punya isi hati dan isi pikiran yang kaya dan besar. Mau merangkul semua untuk menyelesaikan semua persoalan yang unik dna kompleks. Nah ingat, kenapa ini perlu dipertimbangkan. Seseorang ingin melakukan sesuatu karena isi hati dan isi pikirannya mendorong dia untuk berbuat sesuatu,” tambahnya.