“Dana itu akan dipinjamkan dengan pengaturan cicilan yang bisa dilakukan secara bertahap tanpa bunga, setelah peserta mendapatkan pekerjaan,” tandasnya.
Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi yang hadir saat itu mengaku kerjasama itu merupakan momen bersejarah bagi NTT, karena 3000 siswa akan dikirim ke Jerman untuk belajar dan kerja.
Menanggapi persepsi bahwa NTT adalah provinsi paling miskin, Josef Nae Soi memotivasi para siswa untuk membuktikan ketika kembali dari Jerman harus berkontribusi membangun daerah.
Dia menekankan bahwa pendidikan di luar negeri seperti di Jerman memiliki peran penting untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi muda.
Josef Nae Soi mengambil contoh sukses Gubernur VBL dan dirinya, yang berasal dari latar belakang miskin, namun kini memiliki gelar S3 setelah menempuh pendidikan di luar negeri.
“Jadi bukan saya mau banggakan bahwa kami itu hebat. Kamu pasti lebih hebat dari kami. Namun prestasi ini untuk menginspirasi kalian,” jelasnya.
Wagub Nae Soi memberikan nasihat bahwa sekolah, kerja, dan kursus di luar negeri memerlukan komitmen dan disiplin yang tinggi.





Tinggalkan Balasan