Ia menyampaikan, saat ini sudah ada 150 orang calon peserta yang sedang menjalani kursus Bahasa Jerman sebagai persiapan untuk ke Jerman.

“Materi yang dilatih adalah bahasa Jerman. Kedua, pendidikan vokasi dan budaya kerja industri Jerman. Maksud dan tujuannya adalah membangun kapasitas dan SDM dari usia milenial,” ujarnya.

Linus Lusi menambahkan, jumlah peserta yang ditargetkan untuk periode pertama ini adalah 3000 peserta, dengan waktu kerjasama selama 4 tahun, dan diperpanjang melalui tahapan evaluasi.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menyampaikan, Bank NTT sudah mengambil langkah progresif untuk mendorong kemajuan generasi muda di Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, Bank NTT tidak hanya memainkan peran sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan daerah, terutama pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan potensi daerah.

Dalam upaya mendukung visi pembangunan yang dilakukan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Bank NTT telah merancang strategi-strategi efektif untuk mengatasi tantangan utama yang dihadapi NTT.