Dirut Alex menambahkan, kerjasama ini sangat menjanjikan, karena output atau lulusan program vokasi tersebut akan kembali dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk membangun Nusa Tenggara Timur.

“Sehingga Bank NTT tidak saja menjalankan fungsi sebagai intermediasi, tetapi juga membantu pengembangan SDM di NTT,” pungkasnya.

Perwakilan Global Katalyst yakni Direktur PT. Mahakam Anargya Samagata Doddy Primanda Kadarisman mengatakan, Jerman merupakan negara industri nomor satu yang memiliki sistem pendidikan vikasi unggul di dunia.

Di Jerman, kata dia, sistem pendidikan 100 persen disubsidi oleh pemerintah, sehingga kuliah vokasi dan pelatihan industri tersedia secara gratis.

“Program ausbildung adalah program kuliah vokasi di mana 30 persen fokus pada kuliah di kampus dan 70 persen pada pelatihan industri,” jelasnya.

Menurutnya, dalam program ini, kuliah vokasi dilakukan secara gratis, dan para peserta pelatihan industri menerima bayaran antara Rp18 hingga Rp30 juta setiap bulan.