Alumni Universitas Nusa Cendana Kupang itu memang tokoh yang begitu bijaksana. Sebab walau sudah dua kali mengalami kekalahan di pertarungan Pilkada Manggarai, 2005 dan 2010, tetapi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia ia tetap mengaliri berbagai bantuan ke Kabupaten Manggarai, termasuk ke wilayah-wilayah yang mengungguli lawannya saat Pilkada. Tidak semua orang berpekerti seperti Victor Selamet.

Bagi Victor Selamet, politik itu tidak segampang apa yang disemulakan. Banyak sekali hal yang terjadi di luar perkiraan. Tetapi ia mengakui semua itu sangat wajar dalam mencapai suatu harapan maupun cita-cita. Menariknya politik menjadi komitmen atas sebuah pilihan bagi Victor Selamet. Bahwa hanya melalui jalur politik ia akan mendapat legitimasi yang lebih luas agar bisa mencapai perjuangannya menata dan membangun pertanian demi kesejahteraan masyarakat Manggarai. Sehingga pada tahun 2015, ia berniat untuk ikut bertarung kembali merebut kursi nomor 1 di Kabupaten Manggarai itu. Namun sayangnya pada saat itu partai meminta Victor Selamet untuk mengundurkan diri dan ternyata partai tersebut merekomendasikan orang lain.