Sambut HUT ke-77 RI, Disdikbud Kota Kupang Gelar Aneka Lomba

Aneka lomba itu digelar di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang mulai tanggal 2 sampai 11 Agustus 2022.

Kadis Dikbud dan Ketua Panitia Lomba menyampaikan Keterangan Pers kepada wartawan di Kupang, Senin 1 Agustus 2022. (Foto: Ama Beding)

Kupang, KN – Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang akan menggelar aneka lomba dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Negara Republik Indonesia (NKRI).

Aneka lomba itu digelar di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang mulai tanggal 2 sampai 11 Agustus 2022.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumulihai Djami mengatakan, pihaknya menghadirkan aneka lomba untuk memeriahkan HUT ke-77 RI, dengan melibatkan sejumlah sekolah di Kota Kupang.

“Kita sepakat gelar kegiatan seperti pameran, dimana kita lakukan juga kegiatan seperti paduan suara, vokal group, tarian daerah, fashion show, tarik tambang, lari karung dan lomba makan kerupuk,” ujar Dumulihai Djami, Senin 1 Agustus 2022.

Menurut Dumulihai, seluruh peserta lomba maupun para guru yang hadir wajib berbusana adat, sebagai upaya untuk memperkenalkan anak-anak dengan budaya dari masing-masing daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Karena kita takut jangan sampai anak didik kita melupakan sejarah. Oleh karena itu, anak-anak yang ikut dalam lomba harus mengenakan pakian adat. Jadi kita perkenalkan anak kita dengan budaya. Semoga kegiatan ini bermanfaat,” terangnya.

Dia menjelaskan, selama pandemi Covid-19, para siswa lebih banyak tidur dan mengikuti kegiatan belajar secara daring dari rumah. Dengan kegiatan ini menandakan gong telah dibunyikan untuk memulai kegiatan-kegiatan besar.

BACA JUGA:  HUT Kedua Buoyant Montessori School Kupang Dirayakan Secara Virtual

“Kegiatan ini kita gunakan budaya lokal asli NTT. Jadi para siswa akan menari, dan dinilai dari cara mengenakan pakian adat darah NTT,” ungkapnya.

Ia menerangkan, paduan suara juga akan menyanyi menggunakan lagu daerah dan nasional, namun fashion yang digunakan harus pakian adat daerah. Termasuk lomba fashion show.

“Selain itu, di setiap stand kita hadirkan produk lokal yang dibuat oleh para guru, siswa dan kepala sekolah. Produk itu harus asli dibuat murid dan guru,” tandasnya.

Ketua panitia Okto Naitboho mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkenalkan budaya kepada para siswa, yang merupakan kristalisasi nilai, yang kemudian terakumulasi dalam nilai luhur yang dikenal dengan pancasila.

Ia menjelaskan, kegiatan yang digelar tidak mengorbankan proses belajar mengajar siswa di sekolah, karena akan dilaksanakan pada sore hari.

“Pagi tetap sekolah. Sore baru semua siap-siap datang kesini untuk mengikuti kegiatan jam 4 sore. Jadi tidak ada yang dikorbankan dalam kegiatan ini,” pungkasnya.(*)