Dia menjelaskan, selama pandemi Covid-19, para siswa lebih banyak tidur dan mengikuti kegiatan belajar secara daring dari rumah. Dengan kegiatan ini menandakan gong telah dibunyikan untuk memulai kegiatan-kegiatan besar.

“Kegiatan ini kita gunakan budaya lokal asli NTT. Jadi para siswa akan menari, dan dinilai dari cara mengenakan pakian adat darah NTT,” ungkapnya.

Ia menerangkan, paduan suara juga akan menyanyi menggunakan lagu daerah dan nasional, namun fashion yang digunakan harus pakian adat daerah. Termasuk lomba fashion show.

“Selain itu, di setiap stand kita hadirkan produk lokal yang dibuat oleh para guru, siswa dan kepala sekolah. Produk itu harus asli dibuat murid dan guru,” tandasnya.

Ketua panitia Okto Naitboho mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkenalkan budaya kepada para siswa, yang merupakan kristalisasi nilai, yang kemudian terakumulasi dalam nilai luhur yang dikenal dengan pancasila.

Ia menjelaskan, kegiatan yang digelar tidak mengorbankan proses belajar mengajar siswa di sekolah, karena akan dilaksanakan pada sore hari.