Sementara sesuai kesepakatan RUPS terdahulu, pemanfaatan penggunaan laba dalam rangka memenuhi regulasi dan memperkuat modal intin minimum menjadi Rp3 Triliun, maka dari laba bersih sebesar Rp228 Miliar, 50% dibukukan sebagai deviden dan 50% dibukukan sebagai tambahan modal inti minimum.
“Begitu juga cadangan umum akan perhitungkan sebagai modal inti minimum. Program ini akan terus berjalan sampai 2024,” tandas Dirut Bank NTT.
Pantauan KORANNTT.com, saat memberikan pernyataan, Dirut Alex didampingi seluruh direksi yakni Direktur Teknologi, Informatika dan Operasional, Hilarius Minggu, Direktur Dana dan Treasury, Yohanis Landu Praing, Direktur Kredit, Paulus Stefen Messakh serta Direktur Kepatuhan, Christofel Adoe.
Hadir pula seluruh komisaris yakni Komisaris Utama, Juvenile Jodjana serta dua Komisaris Independen yakni Samuel Djoh Despasianus dan Frans Gana.
RUPS berjalan lancar dan aman, serta memperhatikan protokol Covid-19. Beberapa Kepala Daerah yang berhalangan hadir di Labuan Bajo mengikuti RUPS Bank NTT secara virtual. (*)





Tinggalkan Balasan