martabatnya dan kesejahteraan hidupnya. Berbudaya berarti pariwisata itu menghargai dan

merawat kearifan dan tradisi lokal Manggarai secara inklusif, dialogal dengan budaya lain, serta lentur dalam budaya mondial. Berkelanjutan berarti pariwisata tersebut ramah dengan lingkungan menuju keutuhan ciptaan, sebab bumi ini adalah rumah kita bersama (LS 1). Dalam kaitan ini, saya mengajak dan mendorong semua paroki, stasi, KBG, lembaga, sekolah, biara, dan semua kelompok yang berada dalam wilayah Keuskupan Ruteng untuk bergandeng-tangan melaksanakan program dan kegiatan pariwisata holistik ini dalam segala aspek. Marilah kita mengembangkan dengan giat pariwisata rohani, pariwisata alam, pariwisata budaya dan pariwisata ekonomi dalam kerja sama jejaring dengan para pihak, khususnya Pemerintah dan para pelaku pariwisata. Janganlah menjadi penonton dalam derap pariwisata di sekitar kita, tetapi berkiprahlah secara inovatif dan kreatif agar pariwisata yang berkembang di wilayah ini sungguh selaras dengan nilai-nilai Kristiani yang meluhurkan martabat pribadi manusia dan mewujudkan kesejahteraan umum (bonum commune).