(Dibacakan Pada Hari Minggu Prapaskah II Sebagai Pengganti Kotbah)
“Berpuasa yang Kukehendaki ialah: Engkau harus membuka belenggu-belenggu kelaliman… membagi-bagikan rotimu bagi orang yang lapar…dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian” (Yes 58:7). Para imam, biarawan wati, dan seluruh umat Allah Keuskupan Ruteng yang dikasihi Tuhan!
Dalam semangat sinodal yang diserukan oleh Paus Fransiskus sejak tahun lalu, Saya, Uskupmu, mengajak kita semua untuk terus bergandeng tangan berziarah bersama dalam masa prapaskah tahun 2022 ini. Masa prapaskah adalah masa tobat, masa di mana kita perlu menegaskan lebih serius lagi komitmen kita untuk hidup dalam kasih, “Omnia in Caritate” – Lakukan segalanya dalam kasih (1 Kor, 16:14). Dalam ziarah tobat ini, secara tulus saya meminta kita untuk mendengar dengan hati bening warta indah nabi Yesaya di atas. Seruan profetis Yesaya tersebut menggugat kita untuk tidak sekadar melaksanakan ritus-ritus suci dan kegiatan puasa selama masa tobat ini, tetapi lebih dari itu kita hendaknya lebih berani untuk mengamalkan praksis amal kasih dan pengampunan dalam kehidupan sehari-hari.





Tinggalkan Balasan