Sebagai Ketua Yapenkar, suatu hal yang membanggakan, sebut Pater Yul adalah bahwa pembangunan gedung Rektorat Unwira murni menggunakan dana pembangunan keuangan mahasiswa yang dikumpulkan dari tahun ketahun. Tidak ada sumbangan berarti dari pihak ketiga sehingga bisa dikatakan bahwa 95% kekuatan dana berasal dari kekuatan Unwira sendiri.

“Itulah yang membanggakan. Tidak hanya hasilnya, tetapi juga prosesnya yang sungguh membanggakan,” beber Pater Yul.

Selain gedung Rektorat, saat ini Unwira juga memiliki sebuah Aula yang representative untuk acara Wisuda yaitu Aula St. Imaculata. Dibangunnya aula tersebut karena setiap kali Wisuda, Unwira selalu kesulitan menetapkan tanggal karena selalu tergantung dari gedung-gedung yang mau dipesan untuk dipakai. Selain itu, panitia wisuda juga sangat kesulitan dan para orang tua juga tidak bisa melihat kampus Unwira karena jauh.

Akhirnya, sebagai Ketua Yapenkar, Pater Yul mengaku mengajukan sebuah ide untu sebaiknya dibuat sebuah bangunan yang ternyata kemudian dipoles sana-sini, akirnya menjadi bagus. Di mana, saat ini, aula tersebut menjadi gedung yang representatif yang paling banyak digunakan untuk kegiatan kemahasiswaan skala kecil hingga besar termasuk untuk acara Wisuda.