Kedua adalah, konsep efisiensi koordinasi antara Yayasan dengan Rektorat, Rektor dengan para Wakil Rektor, juga dengan unit-unit yang penting seperti LPPM, LPM, Teknologi Informasi, Biro-biro utama, dan divisi-divisi.
“Itu semua harus ada dalam satu gedung dengan tata komunikasi dan jangkauan yang baik sehingga diletakan di lantai dua dan tiga pada gedung Rektorat,” beber anggota Ordo Serikat Sabda Allah ini. Selain itu, Yayasan juga berada dalam gedung yang sama untuk mempermuda koordinasi antar unit.
Desain gedung rektorat Unwira juga memperhatikan Fungsi yang ketiga yaitu keluasan dan kenyamanan area kerja pegawai. Tujuannya, sebut Pater Yul, agar mereka tidak terlihat dalam satu ruangan yang sumpek dan kecil tetapi area yang luas karena itu mempengaruhi gairah kerja dan energy yang mereka keluarkan. Dan fungsi yang terakhir adalah fungsi Green Building dan fungsi representasi. Di mana Gedung rektorat Unwira, didesain dengan jendela yang banyak, demi menghemat penggunaan cahaya, juga lingkungan sekitar yang ditata secara asri, juga tata kelola parkiran dan alur kendaraan yang baik. Juga fungsi representasi yaitu bahwa dengan gedung Rektorat yang baru, civitas akademika Unwira akan merasa bangga dan tidak lagi kesulitan dalam mencari icon-nya Unwira. Karena Gedung Rektorat tersebut telah menjadi ikon baru Unwira.



Tinggalkan Balasan