Kupang, KN – Ketua Yayasan Pendidikan Katholik Arnoldus (YAPENKAR) Kupang, P. Yulius Yasinto, SVD, M.A., M.Sc., memberi beberapa testimoni menarik tentang perjuangan dan suka-duka pembangunan gedung Rektorat baru Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) di bilangan Penfui, Kota Kupang.

Berdasarkan rilis dari Mikhael Rajamuda Bataona, dosen FISIP Unwira, sebagai mantan Rektor dua periode yang kemudian terpilih menjadi Ketua YAPENKAR, Pater Yul, sapaan karibnya, adalah pelaku sejarah yang mengetahui secara persis latar belakang pembangunan gedung ikonik Rektorat Unwira Penfui.

“Sebenarnya pembangunan gedung baru ini dipicu oleh beberapa peristiwa latar yang membuat kita semua merasa bahwa kita ini tidak bisa seperti ini lagi. Dengan fasilitas yang sangat terbatas yang kita miliki di gedung lama di Jalan Ahmad Yani, kita sangat kesulitan. Terutama masalah kerumunan mahasiswa saat masa-masa registrasi. Itu sangat penuh dan menumpuk. Persis di pasar. Sehingga sangat mengganggu kegiatan-kegiatan di rektorat dan kegiatan lainnya,” ucap Pater Yul mengawali penjelasannya tentang mengapa Unwira harus memiliki sebuah gedung rektorat baru yang representatif.