Sebagai sebuah kampus swasta terbesar di NTT, pertumbuhan Unwira memang luar biasa. Hal ini kemudian berdampak pada aspek pelayanan kepada mahasiswa. Di gedung rektorat lama, alur pelayanan mahasiswa sangatlah terpencar.

Mahasiswa harus ke bagian belakang gedung untuk validasi registrasi, kemudian ke bagian keuangan, dan kembali lagi ke BAK, lalu mencari dosen untuk konsultasi KHS dan lain lain. Semuanya terpencar dan tidak teratur.

Singkatnya, sebut P. Yul Yasinto, di gedung lama, koordinasi dan pengaturan ruangan sangat jelek. Bahkan koordinasi antara Pater Rektor dan para Wakil Rektor juga susah, karena ruangannya sangat berjauhan.

Selain Rektor dan para Warek, sebut Pater Yul, para pimpinan unit dan lembaga juga tidak mendapat ruangan yang baik. Hampir semua ruangan sangat sempit dan letaknya berjauhan. Akibatnya, unit-unit utama yang harusnya mendapat perhatian, juga tidak kebagian karena ruangan sangat minim.

Misalnya Lembaga Penjamin Mutu, dan Lembaga Penelitian, mereka harus menempati ruangan yang sangat kecil dan harus dibagi lagi untuk kepala kepala divisi dan lain-lain. Bahkan, Yayasan sendiri hanya mendapat sebuah ruangan kecil di belakang Gedung rektorat dan ketika ada tamu yang datang mencari pihak Yayasan, mereka umumnya sangat kesulitan.