Akhirnya, sebagai Ketua Yapenkar, Pater Yul mengaku mengajukan sebuah ide untu sebaiknya dibuat sebuah bangunan yang ternyata kemudian dipoles sana-sini, akirnya menjadi bagus. Di mana, saat ini, aula tersebut menjadi gedung yang representatif yang paling banyak digunakan untuk kegiatan kemahasiswaan skala kecil hingga besar termasuk untuk acara Wisuda.
Unwira juga memiliki Ballroom St. Hendrikus, Auditorium St. Paulus dan Aula Serbaguna Sta. Maria Imaculata. Di mana, menurut Pater Yul Yasinto, sebagai pimpinnan Yayasan, dirinya sangat memperhatikan masalah sound untuk aula dan ballroom-ballroom tersebut. Karena Pater Yul tidak ingin masalah sound menjadi kendalam dalam acara-acara besar di Unwira.
“Sound ini menjadi salah satu kendala dalam setiap acara. Meski kita mempersiapkan segalanya dengan baik tetapi ketika sound onar maka akan mempengaruhi seluruh mood. Jadi, kita punya sound itu sudah dengan standar yang tinggi. Mahal memang, tetapi standarnya sudah cukup tinggi,” tutup Pater Yul. (*)







Tinggalkan Balasan